Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audiovisual Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Terhadap Pengetahuan Remaja Putri di MAN 1 Jakarta Barat
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan kanker agresif dan ancaman serius bagi perempuan. Data dari Globocan mencatat bahwa dari total 396.914 kasus kanker di Indonesia dan 68.858 kasus (16,6%) merupakan kanker payudara, dengan angka kematian yang mencapai 22.000 jiwa (Kemenkes RI, 2022). Penyebab pasti dari kanker payudara belum diketahui secara jelas, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi, seperti riwayat keluarga, perubahan hormonal, usia menarche yang terlalu dini (kurang dari 12 tahun), kelebihan berat badan, konsumsi lemak tinggi, stres psikologis yang berkepanjangan, serta faktor eksternal lainnya. (Olfah et al., 2019). Untuk itu perlu upaya promotive dalam hal ini meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara seperti SADARI terutama pada remaja putri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan remaja putri. Metode: Penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test melibatkan 38 responden, dengan menggunakan purposive sampling. Hasil: Hasil didapat dengan analisis univariate dan bivariate dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan setelah intervensi dengan p value < 0,01. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan berbasis audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai SADARI.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.