Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan
<p>Jurnal STIKES Sumber Waras adalah publikasi ilmiah yang dikhususkan untuk memajukan pengetahuan dan praktik di bidang kesehatan, keperawatan, dan ilmu kesehatan lainnya. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk berbagi hasil penelitian, tinjauan sistematis, dan artikel konseptual yang relevan dengan perkembangan terbaru dalam bidang kesehatan.</p> <p>Jurnal ini menerbitkan artikel yang melewati proses peer-review untuk memastikan kualitas dan keakuratan ilmiah. Topik yang diangkat mencakup, tetapi tidak terbatas pada, inovasi dalam perawatan kesehatan, manajemen kesehatan, pendidikan keperawatan, dan kebijakan kesehatan. Dengan fokus pada integrasi teori dan praktik, jurnal ini berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pengembangan profesional di masyarakat.</p> <p>Diterbitkan secara berkala, Jurnal STIKES Sumber Waras mengundang kontribusi dari penulis yang berminat untuk berpartisipasi dalam dialog akademis dan berbagi pengetahuan yang dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor kesehatan di Indonesia dan global. </p>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Warasid-IDJurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras3032-4262Foot Care and Indications of Diabetic Peripheral Neuropathy in T2DM Patient
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/99
<p><span style="font-weight: 400;">Latar Belakang: Neuropati perifer diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis paling sering pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) dan dapat menyebabkan ulkus kaki hingga amputasi apabila tidak terdeteksi sejak dini. Berbagai studi melaporkan prevalensi neuropati perifer berkisar antara 17–46% pada pasien DMT2. Perawatan kaki yang baik dan pemeriksaan skrining sederhana seperti Ipswich Touch Test (IpTT) berperan penting dalam mencegah risiko neuropati dan komplikasinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku perawatan kaki dengan indikasi terjadinya NPD pada pasien DMT2. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel berjumlah 100 responden DMT2 yang dipilih secara purposive sampling di sebuah Puskesmas. Indikasi neuropati perifer dilakukan menggunakan instrumen Ipswich Touch Test (IpTT) dan penilaian perilaku perawatan kaki digunakan instrumen Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Sebanyak 51% responden memiliki perilaku perawatan kaki yang baik, dan hanya 18% responden yang mengalami indikasi neuropati perifer. Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara perilaku perawatan kaki dan indikasi neuropati perifer diabetik (p = 0,015). Responden dengan perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peluang 4,7 kali lebih besar untuk mempertahankan sensasi kaki normal dibandingkan dengan responden yang memiliki perilaku perawatan kaki kurang baik (OR = 4,70; 95% CI = 1,42–15,52). Kesimpulan:Terdapat hubungan signifikan antara perilaku perawatan kaki dengan indikasi terjadinya neuropati perifer pada pasien DMT2. Perawatan kaki yang baik berperan dalam menurunkan risiko neuropati.</span></p>Rizki AndrianiRita ArianaAnita TiaraDiah HastutiMahanta Qaribi
Hak Cipta (c) 2026 Jerwilsem Latuheru, Rizki Andriani, Rita Ariana, Anita Tiara, Diah Hastuti, Mahanta Qaribi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-3072283310.63704/jksw.v7i2.99Case Study On The Application Of The Brisk Walking Exercise Technique For Reducing Blood Pressure In Hypertensive Patients
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/101
<p><em>Hypertension is one of the chronic diseases with a very high prevalence worldwide, influenced by various factors such as environment, genetics, lifestyle, and the use of certain medications like birth control pills. Increased blood pressure in hypertensive patients has a significant impact on the risk of serious cardiovascular complications such as heart disease, heart failure, stroke, and kidney failure. Blood pressure control can be achieved thru self- management, which includes medication adherence, healthy lifestyle changes such as regular physical activity, and a low-sodium diet. One effective physical activity for lowering blood pressure in hypertensive patients is brisk walking. Based on this, this study aims to determine the effect of the brisk walking exercise technique on lowering blood pressure in hypertensive patients at RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. The method used by the researcher in this study is descriptive with a case study approach. The measuring instrument in this study used a sphygmomanometer, and the brisk walking exercise technique was applied according to the SOP. The research findings indicate a decrease in blood pressure among hypertensive patients after performing brisk walking exercise daily for eight days. The brisk walking exercise technique can lower blood pressure in hypertensive patients at RSD dr A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.</em></p>Sinta WijayantiMarlina Diyan SafitriFitri Nuriya SantyShanty ChloranytaElok Faradisa
Hak Cipta (c) 2026 Sinta Wijayanti, Marlina Diyan Safitri, Fitri Nuriya Santy, Shanty Chloranyta, Elok Faradisa
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-3072384510.63704/jksw.v7i2.101Effectiveness of Health Education Videos on Knowledge of Preventive Care for Foot Wounds in Diabetes Patients: A Systematic Literature Review
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/96
<p style="font-weight: 400;">Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2024 sebanyak 106,9 Juta orang dewasa usia 20-79 tahun di Asia Tenggara menghasilkan diabetas. Angka ini diperkirakan meningkat sebesar 73% yaitu mencapai 185 juta jiwa pada tahun 2050. Peningkatan kasus ini terus terjadi karena masalah dalam memproduksi insulin sehingga sel tidak bisa menerima glukosa untuk metabolisme. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifivitas video edukasi kesehatan terhadap pengetahuan perawatan pencegahan luka kaki pasien diabetik. Metode dalam Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Tinjauan Sistematis (<em>Systematic Literature Review</em>), pencarian data atau sumber informasi melalui <em>google scholer</em>, kemudian melakukan seleksi melalui penilaiaan kualitas dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penilitian menujukkan dari 5 artikel yang di review bahwa tingkat pengetahuan awal pasien diabetes, khususnya mengenai perawatan kaki dan pencegahan luka, berada dalam kategori kurang hingga sangat kurang sebelum intervensi edukasi diberikan. Setelah dilakukan edukasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan setelah pemberian edukasi menggunakan media video/digital. Kesimpulan bahwa secara kolektif menegaskan bahwa video edukatif atau media digital/audiovisual merupakan metode intervensi yang sangat efektif dan relevan untuk meningkatkan pengetahuan dan niat perilaku pencegahan luka kaki pada pasien. Peningkatan pemahaman ini menjadi kunci untuk memicu kesadaran dan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri (self-care), yang pada akhirnya akan menurunkan risiko terjadinya komplikasi serius seperti Diabetic Foot Ulcer.</p>Andi Muh. ZulfikarFitrah
Hak Cipta (c) 2026 Jerwilsem Latuheru, Andi Muh. Zulfikar, Fitrah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-307271710.63704/jksw.v7i2.96Implementation of SBAR and EMR-Based Bedside Handover to Improve Service Quality and Patient Safety
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/100
<p><span style="font-weight: 400;">Latar Belakang: Mutu pelayanan dan keselamatan pasien sangat dipengaruhi oleh komunikasi antar perawat pada saat handover. Bedside handover dengan kerangka SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) yang terintegrasi dengan Electronic Medical Record (EMR) diharapkan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi klinis. Tujuan: Menilai efektivitas implementasi bedside handover berbasis SBAR-EMR terhadap kepatuhan perawat, persepsi komunikasi, dan kelengkapan dokumentasi di sebuah rumah sakit di Pekanbaru. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain two group pretest-posttest. Sampel sebanyak 157 perawat dipilih menggunakan proportional stratified random sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=78) dan kontrol (n=79). Intervensi berupa pelatihan SBAR, penerapan template digital SBAR di EMR, dan supervisi selama 8 minggu. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan audit EMR. Analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Implementasi SBAR-EMR meningkatkan kepatuhan handover (p<0,001), persepsi komunikasi klinis (p<0,001), dan kelengkapan dokumentasi EMR (p<0,001). Input real-time EMR meningkat menjadi 73,2%. Kesimpulan: Bedside handover berbasis SBAR yang diintegrasikan dengan EMR terbukti efektif meningkatkan kualitas komunikasi antar perawat, persepsi positif, dan dokumentasi klinis. Intervensi ini memperkuat budaya keselamatan pasien dan dapat diadaptasi pada rumah sakit lain.</span></p>Iwan MatsumDelima Yanti
Hak Cipta (c) 2026 Jerwilsem Latuheru, Iwan Matsum, Delima Yanti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-3072343710.63704/jksw.v7i2.100Condition of The Fire Protection System in Building A University X, 2024
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/98
<p style="font-weight: 400;">Kebakaran pada gedung merupakan salah satu kasus kebakaran yang dapat menyebabkan banyak korban jiwa. Kebakaran gedung yang paling sering terjadi adalah pada bangunan tempat tinggal, di mana penyebab kebakaran terbesar adalah korsleting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fasilitas proteksi kebakaran di Gedung A, Universitas X pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendeskripsikan fasilitas proteksi kebakaran yang tersedia di Gedung A, Universitas. Metode observasi digunakan untuk menilai kondisi fasilitas proteksi kebakaran, dan wawancara dengan petugas terkait digunakan untuk mengonfirmasi hasil observasi yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif di gedung A termasuk dalam kategori cukup baik, dengan pemenuhan aspek inspeksi sebesar 56% dan sistem proteksi kebakaran pasif di gedung A termasuk dalam kategori cukup baik dengan pemenuhan aspek inspeksi sebesar 47%. Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif termasuk dalam kategori cukup baik. Hal ini menjelaskan bahwa seluruh gedung memiliki fasilitas proteksi kebakaran tetapi dalam kondisi buruk atau tidak memenuhi standar yang berlaku. Perlu dilakukan pemeliharaan dan uji fungsional pada fasilitas yang ada secara berkala dan melakukan penilaian risiko kebakaran untuk menentukan fasilitas tambahan yang belum tersedia di A, Universitas X.</p>Kustia AnggereniDhewi Mega Sari
Hak Cipta (c) 2026 Jerwilsem Latuheru, Kustia Anggereni, Dhewi Mega Sari
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-30722327The Effect Silver Colloidal Cream As Primary Dressing For Treating Infections In Diabetic Foot Ulcer: A Case Report
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/108
<p><strong>Background :</strong> Infeksi pada diabetic foot ulcer menjadi salah satu faktor penghambat penyembuhan luka, penggunaan silver dalam sediaan krim dapat menjadi pilihan dressing primer. <strong>Objective </strong>: Dalam case study ini penulis melaporkan perkembangan luka infeksi pada diabetic foot ulcer dengan krim koloidal silver sebagai dressing primer. <strong>Case: </strong>Pria usia 60 tahun datang ke wocare 17 maret 2025. keluhan utama luka dikedua kaki muncul tanggal 11 februari 2025, awalnya lepuhan setelah berjemur didepan rumah jam 13.00 WIB 10 februari 2025. Kemudian berobat ke rumah sakit luka setiap hari dibersihkan namun tidak membaik. Luka tampak multiple pada kedua kaki. Kategori luka unstageable karena dasar luka tertutup slough. warna dasar luka kuning 40%, merah 60%. Eksudat banyak, jenis cairan serosa. Ditemukan eritema, edema dan area sekitar luka teraba hangat. manajemen luka menggunakan pendekatan TIME, yang dilakukan dengan 3M. Dressing primer menggunakan krim kolloidal silver. Balutan diganti setiap 3 hari. <strong>Conclusion </strong>: Silver dalam sediaan krim efektif untuk mengatasi infeksi pada diabetic foot ulcer. Tanda-tanda klinis infeksi pada luka seperti eritema, udem, dan hangat disekitar luka sudah tidak ditemukan saat evaluasi dilakukan.</p>Fajrul Akbar
Hak Cipta (c) 2026 Fajrul Akbar
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-307210.63704/jksw.v7i2.108The Overview of Nurses' Caring Behavior Toward Patients in the Polyclinic Room of Eka Family Mother and Child Special Hospital in North Jakarta in 2025
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/97
<p style="font-weight: 400;">Gambaran Perilaku <em>Caring </em>Perawat pada Pasien di Ruang Poliklinik Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Eka Family Jakarta Utara Tahun 2025.<em>Caring </em>adalah perhatian perawat dengan sepenuh hati terhadap pasien. Kepedulian, empati, komunikasi yang lemah lembut dan rasa kasih sayang perawat terhadap pasien akan membentuk hubungan perawat–klien yang terapeutik. Perilaku <em>caring</em> perawat sangat erat kaitannya dengan mutu pelayanan yang mempengaruhi kepuasan pasien. Ketika perilaku <em>caring </em>diterapkan maka pasien puas dengan pelayanan yang diberikan. Namun dengan angka yang menunjukkan bahwa perawat memiliki perilaku <em>caring</em> masih terdapat tanggapan pasien bahwa pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan harapan mereka. Keperawatan merupakan suatu pelayanan yang holistik yang melingkupi Bio, Psiko, Sosio dan Spiritual yang didalamnya terkandung perilaku <em>caring</em>. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Gambaran Perilaku <em>Caring </em>Perawat pada Pasien di Ruang Poliklinik Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Eka Family. Jenis penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik <em>Non-Probability</em> Sampling dengan pendekatan Consecutive sampling, responden sebanyak 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan perilaku caring perawat dalam kategori sangat baik sebanyak 24 responden (70,6%), Diharapkan para perawat dapat mempertahankan dan meningkatkan perilaku caring dalam setiap interaksi dengan pasien, termasuk aspek komunikasi, empati, dan kepedulian terhadap kebutuhan emosional maupun fisik pasien.</p> <p style="font-weight: 400;">Kata Kunci: Perilaku <em>Caring</em> Perawat, Keperawatan</p>Antiza PurnamaDinda Queen Margaretha
Hak Cipta (c) 2026 Jerwilsem Latuheru, Antiza Purnama, Dinda Queen Margaretha
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-30721822Analysis of Patient Satisfaction with Nursing Services at Eka Hospital Cibubur Outpatient Unit: A SERVQUAL Method
https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/95
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p><span style="font-weight: 400;">Kepuasan pasien adalah salah satu indikator kunci untuk menilai mutu layanan rumah sakit dan memengaruhi daya saingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara harapan dan kenyataan pasien terkait pelayanan keperawatan di Poliklinik Eka Hospital Cibubur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode SERVQUAL (</span><em><span style="font-weight: 400;">service quality</span></em><span style="font-weight: 400;">) untuk mengukur kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi: </span><em><span style="font-weight: 400;">Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance, </span></em><span style="font-weight: 400;">dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Emphaty.</span></em><span style="font-weight: 400;"> Sampel penelitian ini menggunakan teknik </span><em><span style="font-weight: 400;">accidental sampling</span></em><span style="font-weight: 400;"> didapatkan 89 responden berpartisipasi dengan mengisi kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai harapan rata-rata pasien adalah 4,52, sedangkan nilai kenyataan rata-rata adalah 4,39, menghasilkan gap </span><em><span style="font-weight: 400;">servqual</span></em><span style="font-weight: 400;"> sebesar (-0,13). Berdasarkan hasil masih diperlukannya sebuah perbaikan terkait dengan layanan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Meskipun demikian, tingkat kesesuaian antara harapan dan kenyataan mencapai 97%, yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan, pelayanan sudah sesuai dengan harapan pasien.</span></p> <p><strong>Kata Kunci:</strong><span style="font-weight: 400;"> Kepuasan pasien, SERVQUAL, Kualitas pelayanan, Eka Hospital Cibubur</span></p>Arif SujadiElsya Fernita RosantiErika Fitria
Hak Cipta (c) 2026 Jerwilsem Latuheru, Arif Sujadi, Elsya Fernita Rosanti, Erika Fitria
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-307216