Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan <p>Jurnal STIKES Sumber Waras adalah publikasi ilmiah yang dikhususkan untuk memajukan pengetahuan dan praktik di bidang kesehatan, keperawatan, dan ilmu kesehatan lainnya. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk berbagi hasil penelitian, tinjauan sistematis, dan artikel konseptual yang relevan dengan perkembangan terbaru dalam bidang kesehatan.</p> <p>Jurnal ini menerbitkan artikel yang melewati proses peer-review untuk memastikan kualitas dan keakuratan ilmiah. Topik yang diangkat mencakup, tetapi tidak terbatas pada, inovasi dalam perawatan kesehatan, manajemen kesehatan, pendidikan keperawatan, dan kebijakan kesehatan. Dengan fokus pada integrasi teori dan praktik, jurnal ini berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pengembangan profesional di masyarakat.</p> <p>Diterbitkan secara berkala, Jurnal STIKES Sumber Waras mengundang kontribusi dari penulis yang berminat untuk berpartisipasi dalam dialog akademis dan berbagi pengetahuan yang dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor kesehatan di Indonesia dan global. </p> Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras id-ID Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras 3032-4262 Analysis of Patient Satisfaction with Nursing Services at Eka Hospital Cibubur Outpatient Unit: A SERVQUAL Method https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/118 <p>Kepuasan pasien adalah salah satu indikator kunci untuk menilai mutu layanan rumah sakit dan memengaruhi daya saingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara harapan dan kenyataan pasien terkait pelayanan keperawatan di Poliklinik Eka Hospital Cibubur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode SERVQUAL (<em>service quality</em>) untuk mengukur kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi: <em>Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance, </em>dan <em>Emphaty.</em> Sampel penelitian ini menggunakan teknik <em>accidental sampling</em> didapatkan 89 responden berpartisipasi dengan mengisi kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai harapan rata-rata pasien adalah 4,52, sedangkan nilai kenyataan rata-rata adalah 4,39, menghasilkan gap <em>servqual</em> sebesar (-0,13). Berdasarkan hasil masih diperlukannya sebuah perbaikan terkait dengan layanan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Meskipun demikian, tingkat kesesuaian antara harapan dan kenyataan mencapai 97%, yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan, pelayanan sudah sesuai dengan harapan pasien.</p> Elsya Fernita Rosanti Arif Sujadi Erika Fitria Hak Cipta (c) 2026 Elsya Fernita Rosanti, Arif Sujadi; Erika Fitria https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-03-21 2026-03-21 8 1 10.63704/jksw.v8i1.118 Effect of Pursed Lips Breathing Exercise on Respiration Rate in Children with Bronchopneumonia at Sumber Sanas Hospital https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/105 <p>Bronkopneumonia, atau pneumonia lobularis, merupakan peradangan pada jaringan paru yang dapat meluas hingga bronkiolus serta alveolus, dengan penyebab beragam seperti bakteri, virus, jamur, maupun benda asing. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah latihan pernapasan pursed lips breathing (PLB). Teknik ini bermanfaat dalam memperbaiki ventilasi, membantu mengeluarkan udara yang terperangkap, menurunkan frekuensi napas, serta memberikan efek relaksasi pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan PLB terhadap laju pernapasan anak dengan bronkopneumonia di Rumah Sakit Sumber Waras tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group pretest– posttest. Sampel terdiri atas 10 anak dengan bronkopneumonia yang dipilih melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test dependen untuk membandingkan laju napas sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata respiratory rate setelah diberikan latihan PLB. Uji statistik memperlihatkan perbedaan bermakna antara nilai sebelum dan sesudah intervensi (p=0,000). Kesimpulan: Latihan pursed lips breathing terbukti efektif menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan bronkopneumonia, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis pendukung dalam asuhan keperawatan anak dengan gangguan pernapasan.</p> Dwi Salsa Hamidah Hak Cipta (c) 2026 Dwi Salsa Hamidah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-03-21 2026-03-21 8 1 10.63704/jksw.v8i1.105 Penerapan Discharge Planning Menggunakan Audiovisual Dalam Pencegahan Infeksi Pascaoperasi Katarak Di Rumah Sakit X https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/112 <h2>ABSTRAK</h2> <h2>&nbsp;</h2> <p><strong>Latar Belakang: </strong>Infeksi pascaoperasi katarak merupakan salah satu komplikasi yang dapat menghambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas penglihatan pasien. <em>Discharge planning</em> menggunakan media audiovisual dinilai efektif karena mampu menyajikan informasi secara menarik, jelas, dan mudah dipahami. <strong>Tujuan: </strong>menganalisis penerapan <em>discharge planning</em> menggunakan media audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang pencegahan infeksi pascaoperasi katarak. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain Evidence-Based Nursing (EBN) dengan pendekatan studi kasus Subjek penelitian berjumlah 10 responden pasien pascaoperasi katarak di Rumah Sakit X. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan discharge planning menggunakan media audiovisual. <strong>Hasil: </strong>uji <em>paired t-test</em> menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,001 (p &lt; 0,05). Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 25,60 ± 8,83 menjadi 46,10 ± 3,81 dengan selisih rerata sebesar 20,50. <strong>Kesimpulan: </strong><em>discharge planning</em> menggunakan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien mengenai pencegahan infeksi pascaoperasi katarak dan dapat dijadikan sebagai metode edukasi keperawatan yang inovatif.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> rizki azni desvianti Donny Richard Mataputun Hak Cipta (c) 2026 Desvianti, donny richard https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-03-21 2026-03-21 8 1 1101 120 10.63704/jksw.v8i1.112 Pengaruh Effleurage Massage Dengan Minyak ZaitunTerhadap Risiko Terjadinya Decubitus Pada Pasien Stroke Di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2 Jakarta Barat https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/114 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang sering disertai dengan keterbatasan mobilitas, sehingga meningkatkan risiko terjadinya dekubitus.. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mencegah dekubitus adalah <em>Effleurage massage</em> dengan minyak zaitun. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>Effleurage massage</em> dengan minyak zaitun terhadap risiko terjadinya dekubitus pada pasien stroke di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2 Jakarta Barat. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui rancangan <em>one group pretest–posttest design</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien stroke di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2 Jakarta Barat, jumlah sampel sebanyak 5 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan dengan menilai risiko dekubitus menggunakan Skala Braden sebelum dan sesudah pemberian <em>Effleurage massage</em> dengan minyak zaitun <strong>Hasil:</strong> sebelum intervensi, nilai rata-rata skor Braden adalah 12,00, dengan sebagian besar responden berada pada kategori risiko sedang hingga berat. Setelah diberikan <em>Effleurage massage</em> dengan minyak zaitun, nilai rata-rata skor Braden meningkat menjadi 17,40, dan seluruh responden berpindah ke kategori risiko ringan. Hasil uji <em>Paired Samples T-Test </em>diperoleh nilai <em>p-value </em>0,000 (p&lt;0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> <em>Effleurage massage</em> dengan minyak zaitun berpengaruh positif terhadap penurunan risiko terjadinya dekubitus pada pasien stroke</p> Novita Sari Donny Richard Mataputun Hak Cipta (c) 2026 Novita Sari, Donny Richard Mataputun https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-03-21 2026-03-21 8 1 111 122 10.63704/jksw.v8i1.114 PENERAPAN INTRAVENOUS (IV) BUNDLE CARE DENGAN KEJADIAN PLEBITIS DI ICU RUMAH SAKIT SUMBER WARAS JAKARTA https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/115 <p class="s28"><span class="s25"><span class="bumpedFont17">Latar Belakang:</span></span> <span class="s21"><span class="bumpedFont17">Phlebitis</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17"> merupakan salah satu </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">Healthcare-Associated Infections (HAIs)</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17"> yang sering terjadi akibat penggunaan </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">Peripheral Intravenous Catheter (PIVC)</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">, terutama pada pasien yang dirawat di </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">Intensive Care Unit (ICU).</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17"> Kondisi pasien kritis dan penggunaan terapi intravena jangka panjang meningkatkan risiko komplikasi intravena. Penerapan </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">Intravenous (IV) Bundle Care</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17"> merupakan strategi berbasis bukti untuk menurunkan risiko </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">phlebitis</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17"> melalui kepatuhan terhadap prosedur standar pada tahap insersi dan maintenance.</span></span> <span class="s25"><span class="bumpedFont17">Tujuan:</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kepatuhan perawat dalam penerapan </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">IV Bundle Care </span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">pada tahap insersi dan </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">maintenance</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">, serta menggambarkan kejadian phlebitis pada pasien ICU di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta.</span></span></p> <p class="s29"><span class="s25"><span class="bumpedFont17">Metode:</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17"> Penelitian ini menggunakan desain </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">Evidence-Based Nursing (EBN)</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17"> dengan pendekatan studi kasus. Sampel terdiri dari lima pasien ICU yang mendapatkan terapi intravena menggunakan </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">PIVC</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">. Data dikumpulkan selama tiga hari melalui observasi menggunakan lembar observasi </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">IV Bundle Care </span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">dan </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">Visual Infusion Phlebitis (VIP) Score</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">. Analisis data dilakukan secara deskriptif.</span></span> <span class="s25"><span class="bumpedFont17">Hasil:</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17"> Kepatuhan perawat terhadap penerapan </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">IV Bundle Care </span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">tahap insersi mencapai 100% pada seluruh komponen. Pada tahap maintenance, kepatuhan 100% tercapai pada </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">hand hygiene</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">, perawatan area insersi, pengkajian kebutuhan </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">PIVC</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">, serta edukasi pasien dan/atau keluarga. </span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">Penggantian set infus dilakukan sesuai indikasi klinis pada 60% pasien. Penilaian </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">VIP Score</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17"> menunjukkan 80% pasien tidak mengalami </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">phlebitis</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">dan 20% mengalami </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">phlebitis</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17"> tahap awal.</span></span> <span class="s25"><span class="bumpedFont17">Kesimpulan:</span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">Kepatuhan perawat dalam penerapan </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont17">IV Bundle Care </span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">pada pasien ICU tergolong tinggi dan disertai dengan rendahnya kejadian phlebitis. Konsistensi penerapan serta penguatan dokumentasi dan pemantauan perlu dipertahankan untuk mendukung keselamatan pasien.</span></span></p> jeffry aprilian sugara Esther Lenny Dorlan Marisi Hak Cipta (c) 2026 jeffry aprilian sugara, Esther Lenny Dorlan Marisi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-03-21 2026-03-21 8 1 10.63704/jksw.v8i1.115 PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) TERHADAP KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT ANGGREK MAS https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/116 <h1><strong>ABSTRAK</strong></h1> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Latar Belakang:</strong> Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan mutu, efisiensi, dan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Dokumentasi keperawatan yang lengkap berperan penting sebagai alat komunikasi klinis, evaluasi mutu pelayanan, serta bukti legal praktik keperawatan. Namun, dokumentasi berbasis kertas masih sering menunjukkan ketidaklengkapan pencatatan, khususnya pada komponen evaluasi keperawatan. Oleh karena itu, penerapan RME diharapkan dapat mendukung pendokumentasian asuhan keperawatan secara lebih sistematis dan konsisten.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan sebelum dan setelah penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), serta menganalisis penerapan RME terhadap kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan di Rumah Sakit Anggrek Mas.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain Evidence-Based Nursing (EBN) dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian terdiri dari lima berkas rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen menggunakan lembar audit kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan standar rumah sakit. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan tingkat kelengkapan dokumentasi sebelum dan setelah penerapan RME.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan sebelum penerapan RME berada pada rentang 80–90%. Setelah penerapan RME, tingkat kelengkapan meningkat menjadi 90–100%, terutama pada komponen pengkajian, diagnosis, perencanaan, dan implementasi keperawatan. Namun demikian, dokumentasi evaluasi hasil tindakan keperawatan belum terdokumentasi secara merata pada seluruh rekam medis.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Penerapan RME berkontribusi terhadap peningkatan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan, meskipun dokumentasi evaluasi keperawatan masih memerlukan penguatan agar seluruh tahapan proses keperawatan terdokumentasi secara optimal.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Rekam Medis Elektronik, dokumentasi keperawatan, kelengkapan dokumentasi, Evidence-Based Nursing, RME.</p> Prima Febriyanti Hak Cipta (c) 2026 Prima Febriyanti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-03-21 2026-03-21 8 1 10.63704/jksw.v8i1.116 The Effect of the Application of Aloe Vera Gel Compresses on Breast Swelling Pain in Postpartum Mothers at Sumber Waras Hospital https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/109 <p>Pembengkakan payudara merupakan masalah umum pada ibu postpartum yang sering menimbulkan nyeri sehingga mengganggu kenyamanan dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penatalaksanaan nonfarmakologis dengan kompres gel aloe vera dipercaya dapat membantu mengurangi nyeri karena kandungan aktifnya yang bersifat analgesik dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh penerapan kompres gel aloe vera terhadap nyeri pembengkakan payudara pada ibu postpartum di Rumah Sakit Sumber Waras tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 10 ibu postpartum yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan data dianalisis dengan uji t dependen. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata skala nyeri setelah diberikan kompres gel aloe vera, yaitu pada hari pertama dari 4 menjadi 3, pada hari kedua dari 3 menjadi 2,10, dan pada hari ketiga dari 2,20 menjadi 1. Uji statistik menunjukkan nilai p &lt; 0,05 pada seluruh hari perlakuan, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian kompres gel aloe vera terhadap penurunan nyeri pembengkakan payudara. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kompres gel aloe vera efektif menurunkan nyeri pembengkakan payudara pada ibu postpartum. Intervensi ini dapat dijadikan salah satu terapi nonfarmakologis yang aman, murah, dan mudah diterapkan untuk mendukung keberhasilan menyusui eksklusif. Kata kunci: Aloe vera, nyeri, pembengkakan payudara, ibu postpartum</p> Irivin Lesli Yunita Obehetan Hak Cipta (c) 2026 Irivin Lesli Yunita Obehetan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-03-21 2026-03-21 8 1 10.63704/jksw.v8i1.109 The Relationship between Routine ANC Follow-Up Program in the Final Trimester (≥36 Weeks) and Delivery Realization at Hospital X,West Java, Indonesia https://jurnal.stikessumberwaras.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/117 <p>Latar Belakang: Program follow-up rutin ANC oleh tenaga kesehatan selama trimester&nbsp; akhir kehamilan diyakini dapat memengaruhi keputusan tempat persalinan, namun bukti&nbsp; empirisnya masih terbatas. Tujuan: Menganalisis hubungan antara frekuensi follow-up ANC trimester akhir (≥36&nbsp; minggu) dengan realisasi persalinan di Rumah Sakit X, Jawa Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan tipe one group&nbsp; posttest-only. Sampel terdiri dari 79 ibu hamil usia ≥36 minggu yang menjalani ANC di&nbsp; poli rawat jalan selama April–Juni 2025. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan&nbsp; Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebanyak 81% responden melahirkan di RS X. Hasil uji menunjukkan tidak ada&nbsp; hubungan signifikan antara frekuensi kunjungan ANC (<em>p </em>= 0,365), frekuensi follow-up&nbsp; oleh perawat (<em>p </em>= 0,365), maupun intensitas follow-up ANC (<em>p </em>= 0,394) dengan tempat&nbsp; persalinan. Namun, terdapat kecenderungan bahwa ibu dengan frekuensi kunjungan dan&nbsp; follow-up lebih tinggi, lebih banyak bersalin di RS X. Simpulan: Walaupun tidak signifikan secara statistik, program follow-up trimester akhir&nbsp; menunjukkan potensi dalam meningkatkan keterikatan ibu hamil terhadap institusi&nbsp; pelayanan. Intervensi ini dapat mendukung kesinambungan perawatan maternal dan&nbsp; layak dipertimbangkan dalam perencanaan layanan ANC.</p> Krissi Susana Purba Riska Marcelina Nababan Hak Cipta (c) 2026 Krissi Susana Purba, Riska Marcelina Nababan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-03-21 2026-03-21 8 1 10.63704/jksw.v8i1.117