Asuhan Keperawatan Gerontik Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman dengan Terapi Pijat Refleksi Kaki pada Lansia Hipertensi
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Peningkatan prevalensi hipertensi secara signifikan berkorelasi dengan proses penuaan demografis serta meningkatnya paparan terhadap faktor-faktor risiko perilaku, seperti pola konsumsi tinggi natrium, rendah kalium, dan kurangnya aktivitas fisik. Salah satu cara menangani hipertensi yaitu dengan terapi pijat refleksi kaki. Lansia adalah individu yang berusia enam puluh tahun ke atas. Hipertensi atau dikenal dengan tekanan darah tinggi ini terjadi apabila peningkatan tekanan darah sistole dan diastole secara konsisten di atas 140/90 mmHg sedangkan tekanan darah yang dianggap normal adalah 120/80 mmHg atau lebih rendah (Ekasari et al., 2021). Tujuan: Mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada responden hipertensi dengan pemberian terapi pijat refleksi kaki untuk menurunkan tekanan darah sehingga kebutuhan aman nyaman dapat terpenuhi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan analisa deskriptif terhadap 2 responden yang diberikan terapi pijat refleksi kaki, intervensi diberikan 2 kali sehari dengan durasi 20 menit selama 3 hari. Hasil: Setelah dilakukan terapi pijat refleksi kaki, responden I mengalami penurunan tekanan darah dari 154/95 mmHg menjadi 150/94 mmHg dan responden II dari 154/100 mmHg menjadi 137/100 mmHg. Hal tersebut menunjukkan bahwa terapi pijat refleksi kaki dapat menurunkan tekanan darah sehingga diharpakan responden dapat menerapkan terapi pijat refleksi kaki sebagai salah satu terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.