Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman Dengan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi
Hypertension, Elderly, How to breathe deeply
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar belakang: Menua adalah proses alami dalam kehidupan manusia. Dengan bertambahnya usia dapat mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologis. Salah satunya pada sistem kardiovaskular, di mana pembuluh darah menjadi kurang elastis dan kemampuan jantung dalam memompa darah (curah jantung) menurun, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. WHO (2024), mencatat jumlah hipertensi 2,6 miliar kasus. Data SKI (2023) menunjukkan tekanan darah sebesar 56,8%. Salah satu tindakan non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi relaksasi napas dalam. Tujuan: Untuk mengetahui apakah relaksasi napas dalam dapat berpengaruh terhadap lansia dengan hipertensi di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti (PSBDBB) 2 Cengkareng Jawa Barat 2025. Metode: Populasi pada penelitian ini adalah seluruh warga binaan Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti (PSBDBB) 2 Cengkareng Jawa Barat, subyek yang digunakan sebanyak 2 responden sesuai dengan faktor inklusi dan eksklusi. Intervensi dilakukan selama 10 menit, dua kali sehari, 6 kali selama tiga hari berturut-turut, setelah itu dilakukan post-test, diikuti dengan identifikasi serta analisis hasil pretest dan posttest. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan dalam bentuk tabel. Hasil: Setelah diberikan terapi relaksasi napas dalam menunjukan adanya penurunan tekanan darah kepada kedua responden. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam dapat dijadikan salah satu alternative pada lansia dengan hipertensi secara mandiri karena terbukti dapat berpengaruh terhadap tekanan darah.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.