ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN BELAJAR PADA LANSIA DEMENSIA DENGAN MASALAH PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF MENGGUNAKAN TERAPI PUZZLE
Isi Artikel Utama
Abstrak
ABSTRAK
Latar belakang : Demensia merupakan kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif seperti daya ingat, kemampuan berfikir, orientasi, pemahaman, kemampuan belajar, dan bahasa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terkait Asuhan keperawatan pemenuhan Kebutuhan belajar pada lansia demensia dengan masalah penurunan fungsi kognitif menggunakan Terapi Puzzle. Metode penelitian: Menggunakan metode studi kasus dengan intevensi Terapi Puzzle dilakukan selama 5 hari dengan durasi waktu 20 menit. pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan Instrumen MMSE. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa lansia yang melakukan Terapi Puzzle mengalami adanya peningkatan fungsi kognitif pada lansia demensia. Pada pengkajian MMSE pada pasien 1 di dapatkan skor hari pertama 18 (kerusakan aspek fungsi mental ringan) menjadi 28 (Aspek kognitif fungsi mental baik), sedangkan pada pasien II di dapatkan skor hari pertama 20 (kerusakan aspek fungsi mental ringan) menjadi 27 (Aspek kognitif fungsi mental baik). Kesimpulan :Terapi Puzzle terbukti efektif sebagai terapi Non-farmakologis yang dapat dilakukan pada lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif. Terapi puzzle dapat merangsang aktivitas otak yang berhubugan dengan daya ingat dan konsentrasi. Saran : Diharapkan Terapi puzzle dapat diterapkan secara rutin dalam lingkungan pelayanan lansia sebagai Intervensi keperawatan Non-farmakologi untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.