Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Risiko Terjadinya Sarcopenia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Ngrau Desa Tanjungsari
Isi Artikel Utama
Abstrak
ABSTRAK
Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan berkurangnya massa dan kekuatan otot, yang berkontribusi pada meningkatnya risiko sarcopenia pada lanjut usia. Kondisi ini berdampak pada penurunan kemampuan fisik, mobilitas, serta kualitas hidup. Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan dan stabilitas otot, sementara kurangnya aktivitas dapat mempercepat hilangnya massa otot dan memperparah sarcopenia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sarcopenia pada lansia. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross sectional dilakukan di Posyandu Lansia Ngrau, Desa Tanjungsari, dengan jumlah responden 51 orang. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner PASE (Physical Activity Scale for Elderly), sedangkan risiko sarcopenia dinilai dengan kuesioner SARC-F (Strength, Assistance in walking, Rise from a chair, Climb stairs, and Falls). Hasil: Analisis menggunakan uji Spearman rank menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p<0,05). Uji chi square untuk mengetahui odds ratio juga menghasilkan nilai 0,002 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sarcopenia pada lansia.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.