Asuhan Keperawatan Pemenuhan Oksigenasi dengan Posisi Semi Fowler dan Inhalasi dalam Mengatasi Bersihan Jalan Napas di Instalasi Gawat Darurat
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar belakang : Pneumonia ditandai dengan demam dan peningkatan produksi dahak yang dapat menghambat efektivitas bersihan jalan napas, sehingga menyebabkan sesak. data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tercatat sebanyak 877.531 kasus pneumonia terjadi di seluruh kelompok umur, meningkatnya jumlah kasus ini memerlukan perawatan yang lebih komprehensif untuk mencegah terjadinya komplikasi.yaitu terjadinya gagal napas. Kebutuhan akan oksigen adalah salah satu tuntutan dasar yang dimiliki orang untuk mempertahankan keseimbangan fisiologis dan psikologis. Salah satu komponen gas, oksigen sangat penting dalam proses metabolisme yang menjaga semua sel tubuh tetap hidup.
Tujuan : Untuk memperoleh gambaran asuhan keperawatan dalam memenuhi kebutuhan oksigenasi melalui penggunaan posisi semi fowler dan inhalasi sebagai upaya mengatasi gangguan bersihan jalan napas
Metode Penelitian: Studi kasus yang dilakukan pada 2 responden. Intervensi yang diberikan pemberian posisi semi fowler dan inhalasi di Instalasi Gawat Darurat RS Sumber Waras.
Hasil Penelitian: setelah di lakukan intervensi pemberian posisi semi fowler dan inhalasi selama ruang Gawat Darurat kedua responden mengalami peningkatan saturasi oksigen sekitar 3% -6% sesak berkurang frekuensi napas 25x/menit menjadi 21x/menit, dan dapat mengeluarkan sputum 2-3cc warna hijau kental dan berbau,
Kesimpulan: Pemberian posisi semi fowler dan inhalasi terbukti dapat mengurangi sesak napas, mengeluarkan sputum dan meningkatkan saturasi oksigen
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.