Implementation of SBAR and EMR-Based Bedside Handover to Improve Service Quality and Patient Safety
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Mutu pelayanan dan keselamatan pasien sangat dipengaruhi oleh komunikasi antar perawat pada saat handover. Bedside handover dengan kerangka SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) yang terintegrasi dengan Electronic Medical Record (EMR) diharapkan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi klinis. Tujuan: Menilai efektivitas implementasi bedside handover berbasis SBAR-EMR terhadap kepatuhan perawat, persepsi komunikasi, dan kelengkapan dokumentasi di sebuah rumah sakit di Pekanbaru. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain two group pretest-posttest. Sampel sebanyak 157 perawat dipilih menggunakan proportional stratified random sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=78) dan kontrol (n=79). Intervensi berupa pelatihan SBAR, penerapan template digital SBAR di EMR, dan supervisi selama 8 minggu. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan audit EMR. Analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Implementasi SBAR-EMR meningkatkan kepatuhan handover (p<0,001), persepsi komunikasi klinis (p<0,001), dan kelengkapan dokumentasi EMR (p<0,001). Input real-time EMR meningkat menjadi 73,2%. Kesimpulan: Bedside handover berbasis SBAR yang diintegrasikan dengan EMR terbukti efektif meningkatkan kualitas komunikasi antar perawat, persepsi positif, dan dokumentasi klinis. Intervensi ini memperkuat budaya keselamatan pasien dan dapat diadaptasi pada rumah sakit lain.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.